Tampilkan postingan dengan label backpaker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label backpaker. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2014

SISI LAIN PULAU MADURA , GILI LABAK

Sabtu,25 Oktober 2014

Sedati Juanda Sidoarjo,

Dari perumahan ku menuju ke terminal bungurasih sidoarjo saat itu jam menunjukkan jam 06 pagi. 
Tecnical meeting kami dimulai jam 06.30 WIB menurut informasi dari teman saya mbk umi. 

Sesampainya di ruang tunggu kaca terminal bungurasih saya bertemu dengan mbk umi, saat itu kami hanya berdua saja menunggu rombongan lain. Yaaa... kami ingin menikmati keindahan sebuah pulau , pulau itu bernama gili labak di wilayah madura.

Dengan menaiki sebuah bus jurusan sumenep madura , perjalanan di mulai dari pukul 09.41 dari terminal bungurasih. Tidak sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama yaitu jam 06.30 ini dikarenakan adanya mobil elf yang kita sewa tiba tiba mendadak tidak dapt mengantar. Alhasil kita menggunakan alternatif lain yaitu dengan menggunakan angkutan umum .

Ongkos yang harus kita keluarkan yaitu Rp. 53.000 menaiki bus jurusan sumenep. Sesampainya di kota Sumenep sekitar jam 3 sore , maka kita berhenti di tujuan paling akhir yaitu terminal sumenep. bagi yang beragama muslim disempatkan untuk menjalankan ibadah sholat dan berisitirahat . Dari kota sumenep kita menyewa mobil elf untuk sampai ke pulau talango. 

Dari pelabuhan Kalianget Madura sebenarnya bisa dilakukan 2 cara menuju gili labak. yaitu melewati pelabuhan kalianget langsumg ke gili labak ditempuh kurang lebih 2 jam an. Atau cara ke 2 yaitu menyebrang dari kalianget ke pulau talango ditempuh 10 menit saja setelah itu dari Talango menuju ke gili labak ditempuh 1.5 jam . Dan kami memilih cara ke dua.


Suasana pelabuhan kalianget madura 












 Hanya menikmati sunset di pelabuhan kalianget


















Sekitar jam 5 Sore kami sampai di kecamatan Talango. Dari pelabuhan kita menuju ke kampung nelayan untuk menyewa perahu menuju ke gili labak.











karena matahari sudah pulang ke peradabannya maka terpaksa kita menyebrang sekitar jam 6 sore dimana sudah tidak ada lagi penerangan. Dan ini kali pertama saya menyebrang menggunakan perahu pad malam hari. Benar-benar meneganggkan , karena rasanya air dan kapal terlihat tidak ada batas dan angin malam yang kencang membuat ombak semakin besar.



Suasana memang menegangkan , tapi sebelum perahu mulai benar-benar berlayar masih aku sempatan untuk mengabadikan moment ini walaupun tidak terlalu jelas... hehehe










Sekitar 1,5 jam kita diombang ambingkan oleh ombak dan bertepi di sebuah pulau. Jangan lupa juga untuk meminta nomer telepon yang empunya perahu agar bisa membuat janji untuk kita balik ke pulau talango. Dan akhirnya Gili Labak tepat di depan mata, walaupun gelap tetapi lega rasanya bisa melewati penyebrangan.
Group traveling kita saat ini berjumlah 30 orang dari berbagai usia dan latar belakang. dan sesampainya di gili labak pemasangan tenda oleh  kaum lelaki mulai dilaksanakan. dan api unggun pun dinyalakan setelah kita menyantap makan malam bersama.


Menikamati kebersamaan sambil ditemani angin yang sepoi-sepoi

---------

26 Oktober 2014

Pagi itu hari ke dua ku di gili labak dan pagi pertama di tempat seindah ini. Warna pasirpun sudah mulai tampak jelas dan  warna air dan langit sudah ada perbedaan nya. 



Para pencari hangatnya sinar matahari mulai sabar menunggu datangnya sang surya di gili labak saat itu.






Sebagian besar penduduk nya sebagai nelayan , mencari ikan adalah aktifitas sehari -hari mereka. Dan penduduk di gili labak sangat ramah. Mereka juga memperbolehkan kita meminjam tempat mushola rumahnya, airsumur dan kamarmandi yang terletak di luar rumahnya.




Dan saya pun bergegas ingin melihat keindahan bawah di gili labak






Inilah tanah Gili Labak , Madura Indonesia






Sabtu, 11 Oktober 2014

Pantai Sanur dari Hotel Hyatt Bali 2010

21 November 2010

Minggu pagi saat itu saya dan teman kantor caca, pergi ke daerah wilayah timur denpasar. Menuju hotel Hyatt , dengan kepentingan khusus yaitu me lobby slah satu manager hotel hyatt. kami memberikan proposal untuk project kami . Dan dari kesempatan itu kami di ijinkan untuk melihat private beach dari hotel tersebut. Pantai Sanur tampak dari hotel hyatt, sungguh menarik dan tertata begitu baik . tidak sembarang orang bisa memasuki wilayah private ini, hanya penghuni hotel saja yang bisa menikmati pantai yang dikhususkan itu.

Dan hotel ini juga bisa menjadi referensi jika anda ingin menginap dekat dengan pantai sanur. Pemesanan bisa dilakukan di www.agoda.com atau www.traveloka.com .

 Air pantainya yang biru dan penghuni hotel menikmati indahnya pantai.
 Private Beach untuk penghuni hotel.

pedestrian yang dikhususkan untuk penghuni hotel.

Tanah Lot , Bali 2010

17 November 2014

Icon Bali yang sangat terkenal bukan hanya kuta, namun pamor tanah lot juga perlu diperhitungkan, pantai ini berada di wilayah Tabanan Bali. Banyak sekali wisatwan mancanegara maupun lokal yang berkunjung untuk menikmati pemandangan. Sunset di tanah lot Bali merupakan moment penting yang ditunggu oleh para penikmat sunset dan penghobi foto. 
Pantainya yang banyak dikunjungi oleh masyarakat Bali untuk beribadah karena terdapat pura di pantai tersebut. Untuk tiket masuk nya setiap orang dikenakan biaya Rp. 10.000 , jadi tidak mahal kan.

Perjalanan menuju tanah lot, kami bertiga disajikan suasana pedesaan dan masih terdapat persawahan yang jarang kami temui di kota-kota besar.














Spanjang jalan menuju tanah lot, terdapt etalase penjual kerajinan seni khas Bali.






























Pintu masuk ke pantai , dan tampak pura untuk beribadah umat Hindu.

 Sunset pun sudah mulai terlihat di tanah lot .

Asyiknya bermain sambil ditemani matahari yang akan tenggelam.


Jumat, 10 Oktober 2014

DREAMLAND

7 November 2010


Jalan di sore hari memang mengasikkan, terlebih bersama teman-teman yang mengasikkan juga. Bersama Caca, Mas Moha dan tentunya aku menghabiskan weekend di sebuah pantai yang terdengar tidak asing jika kita berkunjung ke Bali.

Pantai Dreamland adalah pantai di wilayah pecatu selatan bali. Lokasi dari denpasar ditemuh kurang lebih 45 menit . Pantai yang dengan karang karangnya dan pasir putihnya membuat pantai ini juga menjadi destinasi jika berkunjung ke wilayah selatan bali.Kita cukup membayar biaya parkir jika mengunjungi pantai dreamland ini. di tahun 2010 saya dan teman-teman saat itu hanya membayar kurang lebih Rp. 10.000 untuk biaya parkir. dari tempat parkir kita berjalan melewati jalan bebatuan. Kalau sekarang informasi dari teman saya yang baru dari pantai dreamland tidak lagi mobil bisa memasuki wilayah ini. Namun berhenti di suatu tempat baru berangkat bersama oleh akomodasi yang sudah ada di tempat tersebut.


Bermain di putihnya pasir di pantai Dreamland


Batu karang yang besar ini banyak terdapat di pantai dreamland


Tersedia juga tempat untuk bersantai sambil menikmati pantai dan sunset saat itu

Dan terbenamnya matahari saat itu sungguh dinantikan 

Selfie bersama kedua teman saya di Bali

Jumat, 03 Oktober 2014

Haii Nusa Dua Bali

05 September 2010

NUSA DUA BALI


Minggu sore di Nusa Dua adalah pilihan yang tepat bagi saya dan teman saya untuk menghabiskan hari minggu. Dari Tempat kami di jl. Imam bonjol Denpasar menuju ke Nusa dua hanya membutuhkan kurang lebih 30 menit saja. Sebelum menuju pantai Nusa Dua kita akan di suguhi taman yang menjadi persinggahan warga untuk berkumpul ataupun berolah raga sore di taman. Wilayah nusa dua tertata begitu apik dan banyak pebisnis ataupun wisatawan mancanegara kelas menengah atas yang menginap di wilayah ini. Banyak Villa, cottage dan hotel ternama disini tarifnya pun juga sesuai dengan lokasi untuk kalangan tertentu.


Pantai Nusa Dua mungkin tidak se terkenal pantai kuta namun tempat ini juga dapat dikunjungi pada saat bersantai di sore hari ataupun pagi hari hanya sekedar utnuk bercengkrama bersama keluarga ataupun teman.

Di salah satu sudut pantai nusa dua 

Pedestrian yang ditata begitu bagus dan dikelola juga dengan baik oleh Nusa Dua maka tempat ini juga bisa menjadi refernsi utnuk berjalan kaki atau bersepeda sembari menikmati pepohonan yang sengaja ditanam .


Pantai Nusa Dua masih sepi pengunjung namun tidak kalah dengan pantai yang lain yang ada di Bali. Semakin leluasa juga menikmati pantai ini karena tidak begitu ramai .



Terdapat juga tempat untuk berteduh berupa payung dan tempat untuk bersantai di pantai.


Di tempat ini serasa mempunyai pantai karena hanya ada aku dan temanku saja yang ada di pantai ini. Sungguh menyenangkan.

Kamis, 25 September 2014

The Jimbaran Beach For Dinner 2010

22 Agustus 2010

Pantai Jimbaran 


Setelah lelah mengitari ubud dan gianyar bali, maka pilihan untuk makan malam jatuh pada daerah selatan bali. Pantai Jimbaran terletak di wilayah badung bali ,pantai ini sangat terkenal untuk makan malam nya dengan sajian hidangan ikan laut atau seafood. Bagi kita yang ingin menikmati sepoi-sepoi angin pantai dengan menikmati sunset di Bali tempat ini merupakan referensi untuk di singgahi. Sederet pantai di jimbaran pada sore hari menjelma menjadi tempat makan di sepanjang tepi pantai jimbaran Bali. Ikan yang disajikan masih segar dan kita bisa memilih sesuka keinginan kita. Namunada beberapa ikan yang dijual juga tidak terlalu mahal . Berkisar sekilo nya antara Rp. 60.000 - Rp. 200.000 tergantung ikan yang kita pilih. Bagi backpaker ataupun anak kos seperti saya mungkin ini juga tidak murah. hehehe.... 


Suasana makan malam bersama teman-teman. Berbagai aneka ikan bakar ada disini. Bahkan sebelum makanan datang kita disuguhi kacang bali, yang merupakan khas dari pulau bali.














menunggu sunset di jimbaran bali merupakan kenikmatan tersendiri sembari menikmati hidangan seafood .














Banyak juga anak-anak bermain di bibir pantai jimbaran bersama keluarga.

Minggu, 21 September 2014

GOA GAJAH , GIANYAR BALI 2010

22 Agustus 2010

GOA GAJAH , GIANYAR  BALI
Perjalanan masih di wilayah Ubud ,Bali dan kita melanjutkan ke arah gianyar untuk menuju Goa Gajah. Wisata ini terletak di Desa Beduluh kec. Blahbatu Kab. gianyar Bali.  Wisata alam ini menampilkan pemandangan persawahan yang menarik. Udaranya yang masih sejuk dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Untuk tiket masuknya murah hanya Rp. 6000 untuk dewasa dan Rp. 3000 untuk anak-anak. Bagi kita kaum perempuan yang sedang berhalangan atau datang bulan tidak diperkenankan untuk memasuki wilayah ini. Dan yang berpakian "mini" harus memakai kain untuk ditutupi.


Welcome to Goa Gajah


Terdapat tempat pemandi yang dipercaya adalah air suci



Sabtu, 20 September 2014

UBUD , BALI 2010

Agustus , 20 2010

Pagi itu sekitar jam 6 pagi waktu Bali , aku dan teman -teman kantor menuju ubud dari denpasar. Ubud adalah tempat yang paling aku sukai ketika berkunjung di bali, menurutku tempatnya yang masih Bali banget dan kalau kita menuju ke sana kanan kiri jalan masih tampak persawahan pemandangan yang indah. Sampai-sampai pernah dibuat buku novel "eat pray love" oleh Elizabeth Gilbert yang syuting film nya di lokasi Ubud, Bali. 

Perjalanan dari Denpasar Ubud kita tempuh kurang lebih 2 jam  . Setelah lelah perjalanan kita mencari makanan di Jl. hanoman , ubud Bali yaitu Lada Warung. desain tempat nya unik mengambil konsep tradisional dan makanan indonesia ini cocok di lidah kita. Harganya tidak mahal kurang lebih Rp. 15.000 tergantung lauknya sih dan rasanya juga lumayan . Recomended lah ketika berkunjung ke Ubud .


Suasana dalam Lada Warung di ubud















Tampak depan Lada Warung























Selesai makan, kita berlanjut di jl. raya ubud dengan mengunjungi puri saren agung hanya dengan berjalan kaki saja . Sambil menikmati jalanan tersebut yang juga berdekatan dengan Ubud market.


Jalanan di jl. raya ubud seperti di kuta square namun bedanya disini bangunan tidak se modern di kuta. dan tidak se crowded jalanan kuta.















Puri Saren Agung ini menjadi icon ketika kita berjalan jalan di raya ubud, bali.






















Di beberapa pendopo di dalam pura saren Agung terdapat juga alat kesenian Bali yang di display untuk pengetahuan wisatawan tentang budaya dan seni bali.











Saya berada di depan Ubud market.
Pasar traditional ini banyak dikunjungi untuk membeli oleh-oleh pada saat wisatawan berada di Ubud. Dan tempat ini juga pernah dibuat pengambilan film Eat Pray Love.